Iimasu Bahasa Jepang: Arti & Penggunaannya
Iimasu Bahasa Jepang: Arti & Penggunaannya
Halo, guys! Pernah dengar kata “iimasu” (言います) dalam bahasa Jepang? Kalau kamu lagi belajar bahasa Jepang, pasti sering banget ketemu sama kata ini. Nah, kali ini kita bakal kupas tuntas soal arti iimasu dan gimana sih cara pakainya biar kamu makin jago ngomong ala orang Jepang. Siap? Yuk, langsung aja kita mulai!
Table of Contents
- Apa Sih Arti Sebenarnya dari Iimasu?
- Bentuk Kamus: Iu (言う)
- Kapan dan Bagaimana Menggunakan Iimasu?
- Menyampaikan Informasi atau Fakta
- Menyatakan Pendapat atau Pikiran
- Menceritakan Sesuatu (Reportase)
- Dalam Kalimat Tidak Langsung (Indirect Speech)
- Perbedaan Iimasu dan Hanashimasu
- Iimasu: Fokus pada Konten Ucapan
- Hanashimasu: Fokus pada Tindakan Berbicara
- Contoh Kalimat Menggunakan Iimasu
- Kesimpulan
Apa Sih Arti Sebenarnya dari Iimasu?
Jadi,
iimasu
itu secara harfiah artinya adalah “mengatakan” atau “berbicara”. Tapi, kayaknya terlalu simpel ya kalau cuma segitu? Tenang, guys, karena
iimasu
ini punya makna yang lebih luas dan sering dipakai dalam berbagai situasi. Di balik kata yang kelihatannya sederhana ini, tersembunyi kemampuan untuk menyampaikan informasi, mengungkapkan pendapat, atau bahkan menceritakan sesuatu. Bayangin aja,
iimasu
ini kayak juru bicaranya kamu di Jepang. Dia yang bertugas menyampaikan apa pun yang ada di pikiranmu, entah itu fakta, perasaan, atau instruksi. Makanya, penting banget buat kita ngerti
iimasu
ini biar komunikasi kita sama orang Jepang jadi lancar jaya. Kalau kamu lagi ngobrol sama teman,
iimasu
bisa dipakai buat bilang “Temanku bilang begitu” atau “Aku mau bilang sesuatu nih”. Kalau lagi di kelas, gurumu bisa pakai
iimasu
buat “Guru akan memberitahukan” jadwal ujian. Jadi, bukan cuma sekadar ngomong doang,
iimasu
ini adalah
alat
utama kita buat berbagi pesan. Fleksibilitasnya ini yang bikin
iimasu
jadi salah satu kosakata paling fundamental dalam bahasa Jepang. Tanpa
iimasu
, kayaknya bakal susah ya buat menyampaikan ide-ide kita.
Bentuk Kamus: Iu (言う)
Nah, sebelum kita melangkah lebih jauh, penting banget buat kamu tahu kalau
iimasu
itu adalah bentuk sopan dari kata kerja “iu” (言う). Kata “iu” ini adalah bentuk kamusnya, alias bentuk dasarnya. Ibaratnya, kalau “iimasu” itu baju rapi yang siap dipakai ke acara formal, “iu” itu kaos oblong yang nyaman buat santai di rumah. Jadi, kalau kamu nemu tulisan atau denger orang ngomong pakai “iu”, itu artinya sama aja, yaitu “mengatakan”. Tapi, perbedaannya terletak pada tingkat kesopanannya. “Iu” itu lebih kasual, cocok dipakai ngobrol sama teman sebaya, keluarga, atau orang yang udah akrab banget. Sementara “iimasu” itu lebih sopan, jadi aman banget buat dipakai ngomong sama orang yang lebih tua, atasan, guru, atau orang yang baru kamu kenal. Penting banget nih bedain kapan pakai “iu” dan kapan pakai “iimasu” biar nggak salah gaul di Jepang, guys. Salah pakai bisa-bisa dikira nggak sopan lho. Jadi, inget ya,
iimasu
itu bentuk sopan dari
iu
. Keduanya punya arti sama, tapi nuansa dan situasinya beda. Kayak
minasan
(semuanya) dan
minna
(semuanya, lebih santai). Perbedaan ini krusial banget buat kamu yang serius mendalami bahasa dan budaya Jepang. Coba deh kamu perhatikan, kalau di anime yang karakternya masih kecil atau temenan deket, mereka lebih sering pakai “iu”. Tapi kalau di drama atau film yang ngomongin soal pekerjaan atau hubungan formal, “iimasu” bakal lebih sering muncul. Ini menunjukkan betapa pentingnya sopan santun dalam komunikasi sehari-hari di Jepang. Jadi, kalau ragu, mending pakai “iimasu” aja biar aman, oke?
Kapan dan Bagaimana Menggunakan Iimasu?
Oke, guys, sekarang kita masuk ke bagian yang paling seru: kapan aja sih kita bisa pakai
iimasu
dan gimana caranya biar
iimasu
kita terdengar natural kayak orang Jepang asli? Gampang kok, asalkan kamu paham konteksnya.
Iimasu
ini serbaguna banget, bisa buat nyampein informasi, ngasih tau pendapat, sampe cerita kejadian. Yuk, kita bedah satu-satu biar makin mantap!
Menyampaikan Informasi atau Fakta
Nah, ini fungsi paling dasar dari
iimasu
. Kamu bisa pakai
iimasu
buat ngasih tahu sesuatu yang kamu tahu. Misalnya, kamu mau ngasih tau jadwal meeting ke teman. Kamu bisa bilang, “
Ashita no jūji ni kaigi ga arimasu to iimasu
” (明日 の 十時 に 会議 が あります と 言います), yang artinya “Saya akan mengatakan bahwa besok jam 10 ada rapat.” Atau kalau kamu mau ngasih tau nama seseorang, “
Watashi no namae wa Tanaka to iimasu
” (私 の 名前 は 田中 と 言います), artinya “Nama saya adalah Tanaka.” Di sini,
iimasu
dipakai buat
menyatakan
siapa dirimu atau apa yang akan terjadi. Mirip kayak kita bilang “Dia bilang…” atau “Saya beritahu ya…”. Tapi yang bikin keren dari
iimasu
adalah dia bisa dipakai buat menyampaikan apa pun, mulai dari info sekelas jadwal sampai hal-hal yang lebih personal. Kuncinya adalah kamu
menyampaikan
sesuatu. Kalau kamu dengar orang lain pakai
iimasu
dalam konteks ini, berarti mereka lagi
memberitahukan
sesuatu ke kamu. Jadi, kalau ada informasi penting yang perlu kamu sampaikan, jangan ragu pakai
iimasu
. Pastikan aja informasinya bener ya, guys! Haha. Latihan terus biar makin lancar. Kamu bisa coba bikin kalimat sendiri, misalnya, “Temanku bilang dia suka ramen.” Coba terjemahin ke bahasa Jepang pakai
iimasu
. Gimana? Gampang kan? Inget,
iimasu
itu alatmu buat
menginformasikan
sesuatu. Makin sering dipakai, makin terbiasa, makin pede deh kamu ngomong bahasa Jepang!
Menyatakan Pendapat atau Pikiran
Selain buat ngasih info,
iimasu
juga keren banget buat nyampein
pendapat
atau
pikiran
kamu, guys. Kadang kan kita punya ide atau perasaan yang pengen dibagiin, nah
iimasu
ini bisa jadi jembatan buat itu. Misalnya, kalau kamu mau bilang, “Menurutku, film itu bagus,” kamu bisa bilang, “
Sono eiga wa subarashii to iimasu
” (その 映画 は 素晴らしい と 言います). Walaupun terjemahan harfiahnya agak beda dikit, intinya
iimasu
di sini dipakai buat
menyatakan
pandanganmu. Kadang, dalam konteks ini,
iimasu
bisa juga digantikan dengan ungkapan lain yang lebih spesifik untuk pendapat, tapi
iimasu
tetap bisa dipakai dan terdengar alami. Yang penting, kamu
mengungkapkan
apa yang ada di benakmu. Jadi, kalau kamu punya ide brilian atau sekadar mau komentar soal sesuatu, jangan sungkan pakai
iimasu
. Ini cara yang sopan dan efektif buat menunjukkan eksistensimu dalam percakapan. Coba deh pikirin, kalau kamu lagi diskusi sama teman tentang rencana liburan, terus kamu punya usulan tempat. Kamu bisa pakai
iimasu
buat nyampein usulan itu. Misalnya, “Aku mau bilang, kita liburan ke Okinawa aja yuk!” (沖縄 に 行こう と 言います). Ini menunjukkan kalau kamu aktif berkontribusi dalam diskusi. Jadi,
iimasu
bukan cuma buat fakta, tapi juga buat
menyuarakan
isi hati dan pikiranmu. Keren kan?
Menceritakan Sesuatu (Reportase)
Nah, ini nih yang bikin
iimasu
makin spesial. Dia bisa dipakai buat
menceritakan
kembali apa yang udah kamu dengar atau alami. Ibaratnya, kamu jadi reporter dadakan! Misalnya, kamu denger gosip seru dari temanmu. Kamu bisa bilang, “Temanku cerita kalau dia ketemu artis kemarin.” (友達 が 昨日、有名人 に 会った と 言います). Di sini,
iimasu
dipakai buat
melaporkan
apa yang dikatakan atau diceritakan oleh orang lain. Kamu nggak ngomongin fakta pribadi, tapi kamu
menyampaikan ulang
informasi dari sumber lain. Penting banget nih bedainnya. Kalau yang pertama tadi kan kamu nyampein info dari dirimu sendiri, yang ini kamu nyampein info dari orang lain. Jadi,
iimasu
ini kayak jembatan informasi. Kamu dapet dari A, terus kamu sampaikan ke B pakai
iimasu
. Makanya, sering banget
iimasu
muncul di kalimat yang pakai kata kutip atau frasa seperti “
to iu koto wa
” (ということ は - yang berarti, itu artinya…). Ini menunjukkan kalau apa yang kamu sampaikan itu adalah
kata-kata
atau
cerita
dari orang lain. Kalau kamu lagi dengerin teman cerita pengalaman serunya, terus kamu mau ceritain lagi ke orang lain,
iimasu
ini pas banget buat dipakai. Misalnya, kamu mau bilang, “Dia bilang dia tersesat di hutan.” (彼 は 森 で 迷った と 言います). Ini menunjukkan kamu lagi
menyampaikan ulang
cerita dari orang lain. Jadi,
iimasu
ini juga bisa berarti “melaporkan” atau “mengutip”. Gimana, makin paham kan fungsi
iimasu
yang beragam ini? Terus latihan ya, guys!
Dalam Kalimat Tidak Langsung (Indirect Speech)
Ini nih, guys, salah satu penggunaan
iimasu
yang paling sering muncul dan paling penting buat kamu kuasai, yaitu dalam
kalimat tidak langsung
atau yang sering disebut
indirect speech
. Kalau di bahasa Indonesia kita bilang “Dia bilang bahwa dia akan datang”, nah di bahasa Jepang,
iimasu
ini berperan penting banget buat bentuk kalimat kayak gitu. Biasanya, ungkapan yang mau kita sampaikan itu ditaruh di depan, terus ditutup pakai partikel “
to
” (と), baru deh diakhiri sama
iimasu
. Jadi polanya kayak gini:
[Ucapan/Pikiran] + と + iimasu
. Contohnya, kalau kamu mau bilang “Saya pikir besok akan hujan”, kamu bisa bilang, “
Ashita wa ame ga furu to omoimasu
” (明日 は 雨 が 降る と 思います). Nah, perhatikan di sini ada “
to omoimasu
” (akan berpikir). Kalau kita ganti sama
iimasu
, misalnya “
Ashita wa ame ga furu to iimasu
” (明日 は 雨 が 降る と 言います), ini bisa punya dua arti. Pertama, “Dia (orang lain) bilang besok akan hujan.” Kedua, bisa juga kamu lagi
melaporkan
perkataan orang yang bilang “Besok akan hujan”. Kerennya lagi,
iimasu
ini bisa dipakai buat melaporkan pertanyaan juga, guys! Misalnya, kalau ada yang nanya “Jam berapa sekarang?”, terus kamu mau bilang ke orang lain “Dia nanya jam berapa sekarang”, kamu bisa bilang, “
Ima nanji ka to kiite imasu
” (今 何時 か と 聞いています). Nah, di sini kita pakai “
kiite imasu
” (sedang bertanya), tapi konsepnya sama.
Iimasu
itu kayak fondasinya buat nyampaiin omongan orang lain. Kuncinya,
apa pun yang diucapkan orang lain atau apa pun yang kamu pikirkan dan ingin sampaikan sebagai perkataan orang lain
, itu ditaruh sebelum
to
. Jadi, kalau kamu mau ngutip perkataan seseorang, atau mau bilang “Dia bilang begini”,
iimasu
adalah sahabat terbaikmu. Jangan lupa pakai partikel “
to
” ya! Latihan terus biar makin lancar, guys!
Perbedaan Iimasu dan Hanashimasu
Mungkin banyak dari kalian yang bingung, bedanya
iimasu
(言います) sama
hanashimasu
(話します) apa sih? Kan sama-sama artinya ngomong atau berbicara? Nah, ini nih yang sering bikin pusing. Tapi tenang, guys, perbedaannya itu cukup jelas kok kalau kita pahami konteksnya.
Iimasu
itu lebih fokus ke
apa yang diucapkan
, sedangkan
hanashimasu
itu lebih fokus ke
aksi berbicara itu sendiri
. Bingung? Oke, mari kita bedah lebih dalam biar kamu nggak salah pakai lagi.
Iimasu: Fokus pada Konten Ucapan
Ingat ya,
iimasu
itu kayak kamu lagi
menyampaikan pesan
. Jadi, yang penting itu
isi pesannya
, bukan sekadar aktivitas ngomongnya. Misalnya, kalau kamu mau ngasih tau nama kamu, kamu pakai
iimasu
: “
Watashi no namae wa Suzuki to iimasu
” (私の名前は鈴木と言います) - Nama saya Suzuki. Di sini, yang penting adalah nama Suzuki itu tersampaikan. Atau saat kamu bilang “Saya akan pergi”, kamu pakai
iimasu
: “
Ikimasu to iimasu
” (行きますと言います) - Saya akan pergi. Fokusnya adalah pada informasi “akan pergi” yang kamu sampaikan. Jadi,
iimasu
itu lebih ke
reportase
atau
menyatakan
sesuatu. Ibaratnya,
iimasu
itu kayak kamu lagi ngasih tau “Apa yang dikatakan?”. Kalau jawabannya ada, berarti pakai
iimasu
. Contoh lain, ketika kamu bilang “Dia bilang dia lelah”, itu kan kamu lagi fokus ke apa yang dia bilang (lelah), bukan cuma fakta bahwa dia lagi ngobrol. Jadi,
iimasu
itu tentang
content
atau isi dari apa yang diucapkan. Kamu bisa pakai
iimasu
buat ngasih tau fakta, pendapat, atau melaporkan perkataan orang lain. Yang penting, ada
sesuatu
yang ingin kamu sampaikan.
Hanashimasu: Fokus pada Tindakan Berbicara
Nah, kalau
hanashimasu
ini beda lagi, guys.
Hanashimasu
itu lebih ke
proses atau kegiatan berbicara
itu sendiri. Lebih ke arah percakapan, ngobrol, atau ngobrolin sesuatu. Misalnya, “Saya mau ngobrol sama kamu” (あなた と 話したい です -
Anata to hanashitai desu
). Di sini, fokusnya adalah pada
aktivitas ngobrol
antara kamu dan lawan bicara. Kamu nggak spesifik nyampein pesan tertentu, tapi lebih ke ingin melakukan percakapan. Atau saat kamu bilang “Saya suka bicara bahasa Jepang” (日本語 を 話す の が 好き です -
Nihongo o hanasu no ga suki desu
). Ini nunjukin kalau kamu menikmati
aktivitas berbicara
bahasa Jepang. Jadi,
hanashimasu
itu lebih ke
general conversation
atau ngobrol santai. Bayangin aja, kalau kamu lagi ngobrol sama teman lama, kamu nggak lagi nyampein informasi penting, tapi kamu lagi menikmati
proses ngobrolnya
. Itu
hanashimasu
. Jadi, kalau kamu mau bilang “Saya bicara sama guru”, kamu pakai
hanashimasu
: “
Sensei to hanashimasu
” (先生と話します). Ini fokusnya kamu lagi mau ngobrol sama guru. Tapi kalau kamu mau bilang “Guru bilang saya harus belajar”, itu baru pakai
iimasu
. Paham kan bedanya?
Iimasu
buat
apa yang diucapkan
,
hanashimasu
buat
aktivitas berbicara
. Keduanya penting, tapi fungsinya beda. Kayak makan nasi goreng pakai sendok (
iimasu
) sama makan kuah bakso pakai sendok (
hanashimasu
). Sama-sama pakai sendok, tapi tujuannya beda.
Contoh Kalimat Menggunakan Iimasu
Biar makin nempel di kepala, yuk kita lihat beberapa contoh kalimat pakai
iimasu
. Ini bakal bantu kamu ngebayangin gimana sih
iimasu
dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
-
Watashi wa sensei ni shitsumon o suru to iimasu. (私は先生に質問をすると言います。) Artinya: “Saya akan bertanya kepada guru.” Di sini,
iimasudipakai buat menyatakan niat untuk bertanya. -
Kare wa “mukashi mukashi, aru tokoro ni…” to iimashita. (彼は「昔々、あるところに…」と言いました。) Artinya: “Dia berkata, ‘Dahulu kala, di suatu tempat…’” Ini contoh klasik
iimasubuat ngutip cerita atau dongeng. Perhatikan pakaiiimashita(bentuk lampau). -
Ashita wa ame ga furu rashii desu to iimasu. (明日は雨が降るらしいですと言います。) Artinya: “Katanya sih besok akan hujan.” Ini menunjukkan
iimasubisa dipakai buat menyampaikan informasi yang didapat dari orang lain atau sumber yang nggak pasti. -
Kono mondai wa muzukashii to iimasu. (この問題は難しいと言います。) Artinya: “Soal ini katanya sulit.”
Iimasudi sini dipakai buat menyampaikan pendapat atau kabar yang beredar tentang soal tersebut. -
Tomodachi ga “genki desu ka?” to kiite imasu. (友達が「元気ですか?」と聞いています。) Artinya: “Temanku bertanya ‘Apa kabar?’” Meskipun pakai
kiite imasu(bertanya), konsepnya sama yaitu menyampaikan pertanyaan orang lain. Kadangiimasubisa juga dipakai dalam konteks serupa untuk reporting. -
Shachou wa “ima kara tsukareta” to iimashita. (社長は「今から疲れた」と言いました。) Artinya: “Presdir berkata ‘Saya lelah mulai sekarang.’” Ini contoh lagi
iimasuyang dipakai untuk melaporkan perkataan seseorang, dalam hal ini atasan.
Kesimpulan
Jadi gimana, guys? Udah lebih paham kan soal
iimasu
(言います) dalam bahasa Jepang? Intinya,
iimasu
itu adalah kata kerja yang artinya “mengatakan” atau “berbicara”, tapi dia adalah bentuk sopan dari “iu” (言う).
Iimasu
ini punya peran penting banget buat menyampaikan informasi, menyatakan pendapat, menceritakan kembali apa yang didengar, dan yang paling penting, dalam kalimat tidak langsung (
indirect speech
). Bedainnya sama
hanashimasu
(話します) itu ada di fokusnya:
iimasu
fokus ke
apa yang dikatakan
, sementara
hanashimasu
fokus ke
aksi berbicara
itu sendiri. Terus asah kemampuan bahasa Jepangnya ya, guys! Makin sering latihan, makin pede kamu ngobrol pakai bahasa Jepang. Ganbatte kudasai!